banner 728x90

Sidoarjo – Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah, bukan hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Semangat tersebut diwujudkan siswa kelas XI SMA Progresif Bumi Shalawat melalui Program Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk “Seeds of Change: Growing Youth Actions for a Sustainable Future” di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Sidoarjo.

Kegiatan yang dikemas dalam program Green Guardians tersebut dilaksanakan dalam dua kelompok pada 30 September dan 6 Oktober 2026. Masing-masing kelompok terdiri dari 26 siswa dan didampingi empat pendamping. 

Program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi para siswa untuk memahami persoalan lingkungan sekaligus mengaplikasikan nilai kepedulian sosial melalui aktivitas nyata. Salah satu fokusnya adalah edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah, termasuk pemahaman tentang pentingnya memilah, mengelola, dan menjaga lingkungan.

SMA Progresif Bumi Shalawat menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kepekaan sosial, kepedulian ekologis, kemampuan bekerja sama, serta keberanian siswa untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

Kampung Edukasi Sampah dipilih sebagai mitra pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan pengelola lingkungan dan mempelajari praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan. Mereka didorong untuk mampu mengambil nilai dan pembelajaran dari aktivitas lapangan, kemudian membawanya ke lingkungan sekolah, pesantren, keluarga, maupun masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen SMA Progresif Bumi Shalawat untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.



Kegiatan di Kampung Edukasi Sampah menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya mendengar tentang persoalan sampah, tetapi melihat, memahami, dan mengalami langsung bagaimana sebuah komunitas mengelolanya.

Melalui pendekatan tersebut, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, melainkan juga sebagai pintu masuk untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kreativitas, kolaborasi, dan ekonomi sirkular.

Program SDGs SMA Progresif Bumi Shalawat sendiri menargetkan terlaksananya pengabdian masyarakat oleh kelompok siswa kelas XI melalui Green Guardians sebagai bentuk aplikasi ilmu sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat luas. 

Kolaborasi dengan Kampung Edukasi Sampah diharapkan dapat terus berkembang menjadi kerja sama edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kunjungan siswa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari proses menumbuhkan “Seeds of Change” benih perubahan yang diharapkan tumbuh menjadi aksi nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dari Kampung Edukasi Sampah, pesan sederhananya adalah : perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal kecil dari memahami sampah, memilahnya, dan kemudian berani mengambil peran.

banner 300x250

Berita Terkait