banner 728x90

Sidoarjo — Pembelajaran tentang keberlanjutan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut diwujudkan oleh SMA Progresif Bumi Shalawat melalui kegiatan outing class berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Kampung Edukasi Sampah, Sidoarjo.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XI ini menjadi bagian dari program SDGs yang dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan dan sampah berbasis masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah melalui pengalaman belajar secara langsung. Berbagai aktivitas di Kampung Edukasi Sampah memberikan gambaran bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi Kampung Edukasi Sampah, kehadiran para pelajar menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat dan praktis, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar tentang lingkungan akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya mendengar dan membaca, tetapi juga melihat, mengalami, dan terlibat langsung,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan outing class ini sekaligus menunjukkan bahwa pencapaian SDGs dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai, hingga menjaga lingkungan merupakan langkah kecil yang dapat membentuk perilaku berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas lingkungan seperti Kampung Edukasi Sampah, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa menjaga bumi bukan sekadar sebuah materi pembelajaran, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Dari kelas menuju lingkungan. Dari pengetahuan menjadi aksi. Dari kebiasaan kecil, untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

banner 300x250

Berita Terkait