Belajar Mengelola Sampah Sejak Dini
Puluhan Siswa SD Katolik St Yustinus De Yacobis Kunjungi Kampung Edukasi Sampah
SIDOARJO – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai sejak usia dini. Tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Semangat tersebut menjadi tujuan kegiatan kunjungan edukatif siswa SD Katolik Santo Yustinus De Yacobis ke Kampung Edukasi Sampah (KES), RT 23 RW 07, Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas (Outdoor Learning) ini diikuti oleh 42 peserta, terdiri atas 39 siswa kelas IV dan tiga guru pendamping.
Melalui kunjungan ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat konsep pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, sekaligus memperoleh pembelajaran langsung mengenai proses pemilahan, pengolahan, dan daur ulang sampah.
Di Kampung Edukasi Sampah, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Berbagai fasilitas dan aktivitas edukasi yang dikembangkan di KES menjadi media pembelajaran kontekstual bagi para siswa. Mulai dari pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pengelolaan sampah organik melalui komposter, pemanfaatan sampah anorganik melalui bank sampah, pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), hingga pemanfaatan lahan dan teknologi ramah lingkungan.
Pengalaman belajar secara langsung ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa sampah bukan semata-mata sesuatu yang harus dibuang, melainkan masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan benar.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kampung Edukasi Sampah sendiri merupakan inisiatif edukasi lingkungan berbasis masyarakat yang mengembangkan berbagai praktik pengelolaan sampah dan pemberdayaan warga. Keberadaannya menjadi ruang belajar terbuka bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum untuk mengenal dan mempraktikkan gaya hidup berkelanjutan.
Melalui berbagai program edukasi dan praktik lingkungan, KES berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat, bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran dan tindakan setiap individu.
Kunjungan siswa SD Katolik Santo Yustinus De Yacobis ini sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat dalam membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sebab, pendidikan lingkungan terbaik bukan hanya tentang mengetahui bagaimana menjaga bumi, tetapi juga membiasakan diri untuk melakukan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Kampung Edukasi Sampah, anak-anak belajar bahwa menjaga bumi bukan sekadar pelajaran, melainkan kebiasaan yang harus dimulai sejak sekarang.
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang. Karena masa depan lingkungan ada di tangan generasi hari ini.





