banner 728x90

Sidoarjo – Kampung Edukasi Sampah, sebuah inisiatif lingkungan yang berbasis di Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui kegiatan rutin Bank Sampah, kampung ini membuktikan bahwa langkah nyata dari masyarakat dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan terbaru, pengurus Bank Sampah melakukan proses sortir dan penimbangan sampah terpilah yang telah dikumpulkan dari warga setempat. Proses ini menjadi bagian krusial dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang diarahkan untuk pengolahan dan komersialisasi lebih lanjut, seperti daur ulang atau penjualan bahan yang masih memiliki nilai ekonomis.

Ketua Pengurus Bank Sampah, Retno Mulyo menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga dalam memilah sampah dari rumah. “Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kolaborasi antara masyarakat dan pengelola untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberdayakan warga melalui ekonomi sirkular. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Sampah yang disortir dan ditimbang meliputi berbagai jenis, seperti plastik, kertas, logam, dan organik. Sampah organik yang terpilah akan diolah menjadi pupuk kompos, sementara bahan daur ulang lainnya akan diproses untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Selain memberikan manfaat lingkungan yang signifikan dengan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), program ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Hasil dari pengelolaan sampah digunakan untuk mendukung program sosial dan pengembangan lingkungan di Kampung Edukasi Sampah, seperti pelatihan keterampilan, perbaikan fasilitas umum, dan pendanaan kegiatan edukasi.

Program ini juga menginspirasi warga untuk mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan kembali barang bekas.

Kampung Edukasi Sampah terus mengajak masyarakat, baik lokal maupun dari luar wilayah, untuk semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Dengan langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah, warga telah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan lestari.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan warga secara aktif, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di masyarakat,” tambah Retno.

Sebagai kampung percontohan, Kampung Edukasi Sampah juga menjadi destinasi pembelajaran bagi komunitas, sekolah, dan institusi yang ingin memahami konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan edukasi dan aksi nyata, kampung ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat.

Semoga program ini terus berkembang dan menginspirasi daerah lain untuk menerapkan pola hidup berkelanjutan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

banner 300x250

Berita Terkait