Melalui Edukasi di Kampung Edukasi Sampah
Santri MTs Islamiyah Tanggulangin Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

Sidoarjo, 14 Januari 2025 – Dalam upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, santri MTs Islamiyah Tanggulangin mengikuti program outdoor learning di Kampung Edukasi Sampah, Sidoarjo. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan sampah, sekaligus mempraktikkan langsung langkah-langkah konkret menjaga lingkungan.
Santri mendapatkan materi tentang pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya, seperti organik, anorganik, dan residu. Tidak hanya teori, mereka juga diajak mempraktikkan metode pemilahan dan pengolahan sampah menggunakan teknik yang ramah lingkungan. Sampah organik, misalnya, diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah praktek daur ulang barang bekas. Dengan kreativitas mereka, santri mampu mengubah barang-barang yang tampaknya tidak berguna menjadi produk bernilai, seperti souvenir dan barang fungsional. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan mereka, tetapi juga membangun kesadaran bahwa barang bekas dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
Kampung Edukasi Sampah, yang didirikan sebagai pusat edukasi lingkungan, terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Program ini juga bertujuan untuk mendorong generasi muda seperti santri MTs Islamiyah Tanggulangin menjadi agen perubahan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri tidak hanya membawa ilmu ini untuk diri mereka sendiri, tetapi juga membagikannya kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Kesadaran lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah.
Pendamping dari MTs Islamiyah Tanggulangin mengapresiasi program ini sebagai langkah efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pelestarian lingkungan. “Santri kami belajar tidak hanya tentang teori, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga,” ujar salah satu guru pendamping.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil seperti pemilahan sampah dan daur ulang. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan kesadaran lingkungan akan terus tumbuh, menciptakan perubahan positif yang berdampak luas.
