Puluhan Siswa Belajar Pemilahan dan Pengolahan Sampah di Kampung Edukasi Sampah
Out Door Learning Siswa SDK Untung Suropati II Sidoarjo

Sidoarjo – Puluhan siswa SDK Untung Suropati II Sidoarjo mengikuti kegiatan outdoor learning di Kampung Edukasi Sampah, Sidoarjo, sebagai bagian dari upaya pembelajaran berbasis pengalaman dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dalam kegiatan ini, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis sampah, baik organik, anorganik, maupun B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Mereka belajar membedakan karakteristik masing-masing jenis sampah serta cara terbaik dalam mengelolanya. Materi edukasi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga langsung dipraktikkan melalui berbagai aktivitas yang interaktif dan menyenangkan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain :
Pemilahan Sampah : Siswa belajar memilah sampah berdasarkan kategori dan memahami pentingnya pemisahan sejak dari sumbernya.
Pengolahan Sampah Organik : Mereka mempraktikkan pembuatan kompos dengan metode sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Daur Ulang Sampah Anorganik : Siswa diajak berkreasi dengan mendaur ulang bahan bekas menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai estetika.
Sosialisasi Pentingnya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) : Anak-anak memahami konsep dasar dalam mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
Seorang guru pendamping dari SDK Untung Suropati II, [Nama Guru, jika ada], menyatakan bahwa program edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar dengan cara yang lebih nyata dan menyenangkan. Mereka tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana tindakan kecil mereka dapat berdampak besar bagi lingkungan. Harapannya, kebiasaan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah,” ujarnya.
Salah satu siswa peserta juga mengungkapkan antusiasmenya, “Saya senang belajar di sini karena bisa langsung praktik memilah sampah. Ternyata, sampah yang selama ini saya anggap tidak berguna bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya dengan semangat.
Sebagai pusat edukasi lingkungan yang sudah dikenal luas, Kampung Edukasi Sampah terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Program-program edukasi yang ada di sini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga komunitas, organisasi, dan masyarakat umum yang ingin belajar lebih dalam tentang pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Esther Erawati, Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah yang turut menjadi narasumber, mengatakan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran lebih terhadap tanggung jawab mereka dalam menjaga bumi.
“Kampung Edukasi Sampah hadir untuk membangun kebiasaan baik dalam mengelola sampah sejak usia dini. Dengan pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” jelasnya.
Kegiatan outdoor learning ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para siswa dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen sampah, siswa tidak hanya dapat mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran ini kepada keluarga dan teman-temannya.
Kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan agar semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, langkah kecil seperti memilah dan mengolah sampah dapat menjadi gerakan besar yang berdampak luas bagi masa depan bumi kita.
