Outdoor Learning SD Muhammadiyah 2 Waru di Kampung Edukasi Sampah
Sidoarjo – Puluhan siswa SD Muhammadiyah 2 Waru, Sidoarjo mengikuti kegiatan outdoor learning di Kampung Edukasi Sampah sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan, Selasa (tanggal menyesuaikan).
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas, khususnya terkait isu pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, serta penerapan gaya hidup berkelanjutan sejak usia dini.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu. Mereka juga belajar cara memilah sampah berdasarkan warna tong, memahami prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta melihat langsung proses pengolahan sampah di tingkat komunitas.
Tidak hanya itu, siswa juga diajak berkeliling melihat berbagai instalasi edukatif seperti komposter aerob komunal, sumur resapan dan lubang biopori, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), panel surya, hingga kebun hidroponik yang dikelola warga.
Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik membuat kompos dari daun dan sisa makanan, di mana siswa terlibat langsung mencacah bahan organik dan memasukkannya ke dalam komposter. Aktivitas ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan kesadaran bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Guru pendamping SD Muhammadiyah 2 Waru menyampaikan bahwa kegiatan outdoor learning ini menjadi media pembelajaran yang efektif karena siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengalami langsung prosesnya di lapangan.
“Anak-anak jadi lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan. Mereka melihat sendiri bagaimana sampah dikelola dan dimanfaatkan, bukan hanya dibuang,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola Kampung Edukasi Sampah menekankan bahwa edukasi lingkungan sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi yang peduli terhadap bumi.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari kebiasaan memilah sampah di rumah, dari kesadaran anak-anak hari ini, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SD Muhammadiyah 2 Waru tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga menularkan praktik baik pengelolaan sampah kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Outdoor learning pun menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan ekologis sejak dini.








