Belajar Lingkungan dengan Cara Seru dan Bermakna
Jalan-Jalan Edukatif ke Kampung Edukasi Sampah
Sidoarjo – Kampung Edukasi Sampah (KES) RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan kembali menjadi ruang belajar hidup bagi anak-anak dan masyarakat. Melalui program jalan-jalan edukatif, peserta tidak hanya berkunjung, tetapi diajak mengalami langsung bagaimana sampah dikelola menjadi sumber manfaat bagi lingkungan.
Sejak tiba di lokasi, anak-anak disambut dengan pengenalan tentang jenis-jenis sampah rumah tangga. Mereka belajar membedakan sampah organik, anorganik, dan residu, sekaligus memahami fungsi warna tong sampah sebagai panduan memilah dari rumah. Metode belajar dibuat interaktif melalui permainan, kuis, dan praktik sederhana sehingga mudah dipahami sesuai usia mereka.
Kegiatan semakin menarik saat peserta melakukan praktik membuat pupuk kompos. Dengan bahan sisa dapur, mereka diajari proses pengomposan, cara kerja mikroorganisme, hingga manfaat kompos bagi tanaman. Banyak anak baru menyadari bahwa kulit buah dan sayuran yang biasanya dibuang ternyata bisa kembali menjadi nutrisi untuk tanah.
Dalam sesi tur keliling kampung, peserta diajak melihat berbagai inovasi lingkungan yang telah diterapkan warga. Mulai dari deretan komposter rumah tangga, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana, pemanfaatan panel surya sebagai energi bersih, hingga sumur resapan untuk menjaga cadangan air tanah. Anak-anak juga diperkenalkan pada budidaya maggot dan pembuatan eco enzyme sebagai solusi alami mengolah sampah organik.
Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah menjelaskan bahwa konsep ini dibangun sebagai laboratorium sosial. “Kami ingin kampung menjadi ruang belajar terbuka. Siapa pun bisa datang, melihat, bertanya, lalu meniru di tempat masing-masing. Edukasi lingkungan harus menyenangkan agar pesan mudah melekat,” tuturnya.
Guru dan orang tua yang mendampingi mengaku kegiatan ini berbeda dari kunjungan biasa. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi menyentuh, mencoba, dan merasakan prosesnya sendiri. Banyak di antara mereka berkomitmen mulai memilah sampah di rumah setelah pulang dari kegiatan.
Program jalan-jalan edukatif ini terbuka bagi sekolah, komunitas, maupun keluarga yang ingin belajar langsung tentang gaya hidup ramah lingkungan. Kampung Edukasi Sampah juga menyediakan paket kegiatan tematik seperti kelas kompos, workshop daur ulang, pengenalan energi terbarukan, hingga wisata edukasi berbasis permainan.
Dengan pengalaman nyata tersebut, diharapkan semakin banyak pihak terinspirasi menyelenggarakan kegiatan serupa. Perubahan budaya tidak lahir dari teori semata, melainkan dari kebiasaan yang ditanamkan sejak dini.
Bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah sederhana, dilakukan bersama, dan dibuat menyenangkan. Siapa pun bisa menjadi bagian dari gerakan ini.



