banner 728x90

Sidoarjo – Puluhan anak-anak dari KB TK RA Al-Ali mengikuti kegiatan outing class bertema Belajar Lewat Alam di Kampung Edukasi Sampah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung, yang dirancang untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengenalan lingkungan Kampung Edukasi Sampah sebagai ruang belajar terbuka. Anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana tentang sampah mulai dari apa itu sampah, dari mana asalnya, hingga mengapa sampah perlu dikelola dengan baik. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan metode interaktif, para fasilitator mengajak anak-anak berdialog, bercerita, dan mengamati langsung kondisi lingkungan sekitar.

Dalam sesi praktik, peserta diajak mengenal pemilahan sampah organik dan anorganik menggunakan tong sampah berwarna. Anak-anak secara bergantian mencoba memasukkan sampah sesuai jenisnya, didampingi guru dan fasilitator. Aktivitas ini melatih motorik, konsentrasi, sekaligus membangun pemahaman dasar bahwa setiap sampah memiliki tempat dan cara pengelolaan yang berbeda.

Tidak berhenti di pemilahan, anak-anak juga diajak melihat secara langsung proses pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan sampah anorganik melalui kreasi sederhana dari bahan bekas. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada konsep reduce, reuse, recycle (3R) secara praktis dan menyenangkan, tanpa tekanan akademik.

Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak aktif bertanya, bereksplorasi, dan berinteraksi dengan alam sekitar. Pendekatan belajar sambil bermain (learning by doing) membuat proses pembelajaran terasa alami dan membekas, sehingga pesan tentang menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat diterima dengan lebih efektif.

Guru pendamping KB–TK RA Al-Ali menyampaikan bahwa outing class ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak. “Pembelajaran di luar kelas seperti ini membantu anak memahami materi secara nyata. Anak-anak tidak hanya mendengar, tetapi melihat dan melakukan sendiri. Harapannya, kebiasaan baik seperti tidak membuang sampah sembarangan bisa diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola Kampung Edukasi Sampah menegaskan bahwa edukasi lingkungan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya peduli lingkungan. Anak-anak diperkenalkan pada nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Dari anak-anak inilah perubahan dimulai. Ketika mereka pulang membawa cerita dan kebiasaan baik, dampaknya bisa menular ke keluarga,” ujarnya.

Kegiatan outing class ditutup dengan sesi refleksi singkat, penguatan pesan moral tentang cinta lingkungan, serta foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.

banner 300x250

Berita Terkait