banner 728x90

Sidoarjo, 3 Juli 2026 – Upaya membangun keluarga yang sehat dan lingkungan yang lestari memerlukan sinergi berbagai pihak, salah satunya melalui pemberdayaan kader di tingkat masyarakat. Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Pembinaan Tahunan Pokja 4 PKK Kecamatan Sidoarjo yang dilaksanakan di Kampung Edukasi Sampah (KES), Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, pada Jumat (3/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini merupakan agenda pembinaan rutin tahunan Pokja 4 PKK Kecamatan Sidoarjo. Setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Bluru, tahun ini Kampung Edukasi Sampah dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menjadi pusat edukasi lingkungan yang aktif menerima kunjungan dari berbagai institusi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha.

Pokja 4 PKK memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengelolaan Posyandu, pencegahan stunting, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, program Keluarga Berencana (KB), serta pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan tahun ini dirancang dengan pendekatan praktik lapangan agar para kader memperoleh pengalaman nyata yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Selama kegiatan, peserta diajak berkeliling melihat secara langsung berbagai implementasi pengelolaan sampah di Kampung Edukasi Sampah. Mulai dari sistem pemilahan sampah organik, anorganik, B3 dan residu sejak dari sumbernya, pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura dan komposter aerob, pemanfaatan kompos untuk penghijauan, hingga berbagai inovasi sederhana yang dapat direplikasi oleh masyarakat.

Selain observasi lapangan, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan internal Pokja 4 PKK Kecamatan Sidoarjo, sehingga para peserta dapat berdiskusi mengenai strategi implementasi PHBS, penguatan kader, serta integrasi program kesehatan keluarga dengan gerakan pelestarian lingkungan.

Pembelajaran berbasis praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih mampu mengurangi risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan sekaligus membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Salah satu Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Retno Mulyo, menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat akan lebih mudah terbangun apabila proses edukasi dilakukan melalui pengalaman langsung.

"Kami ingin setiap peserta yang datang tidak hanya mendengar materi, tetapi juga melihat, mencoba, dan merasakan sendiri bahwa pengelolaan sampah sebenarnya dapat dimulai dari rumah dengan cara yang sederhana. Harapannya, para kader Pokja 4 dapat menjadi penggerak di wilayahnya masing-masing untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan. Ketika kebiasaan baik dimulai dari keluarga, dampaknya akan meluas menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan," ujar Retno Mulyo.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh konsistensi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan baik sehari-hari. Oleh sebab itu, kader PKK memiliki posisi yang sangat strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga hingga tingkat lingkungan terkecil.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Tim Penggerak PKK Kecamatan Sidoarjo dengan Kampung Edukasi Sampah dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli lingkungan. Pengalaman yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat direplikasi di masing-masing desa dan kelurahan sehingga semakin banyak kawasan permukiman yang menerapkan budaya memilah sampah dari sumbernya, mengurangi timbulan sampah, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kampung Edukasi Sampah sendiri terus berkomitmen menjadi laboratorium pembelajaran masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Kampung Edukasi Sampah berharap dapat terus menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan lingkungan yang dimulai dari keluarga dan tumbuh menjadi budaya bersama di Kabupaten Sidoarjo.
 
 
 

banner 300x250

Berita Terkait