banner 728x90

Sidoarjo - Pendidikan lingkungan tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Anak-anak justru dapat belajar lebih bermakna ketika mereka diajak melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung bagaimana lingkungan di sekitarnya dikelola.

Semangat itulah yang dilakukan SD Negeri Gebang 1 Sidoarjo melalui kegiatan Outdoor Learning (ODL) Fase A untuk siswa Kelas 1 dan Kelas 2 Tahun Ajaran 2026/2027 di Kampung Edukasi Sampah (KES), RT 23 RW 07 Pesona Sekar Gading, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo.

Berdasarkan surat permohonan dari SD Negeri Gebang 1 tertanggal 9 September 2026, kegiatan ODL dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Fase A sekolah dengan menghadirkan pembelajaran di luar kelas.

Pemilihan Kampung Edukasi Sampah sebagai lokasi pembelajaran memberikan pengalaman nyata kepada para siswa. Mereka dikenalkan dengan pemilahan dan pengolahan sampah, sekaligus diajak melihat bagaimana sampah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Guru pendamping SD Negeri Gebang 1, Dismarahmayanti, mengatakan kegiatan ODL dipilih karena memberikan pengalaman langsung yang bermanfaat bagi perkembangan dan pembentukan kebiasaan anak.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan ODL karena melihat pengaruh dan manfaatnya bagi anak-anak. Mereka dikenalkan dengan pemilahan dan pengolahan sampah, kemudian juga diajak membuat prakarya dan keterampilan dari pemanfaatan sampah,” ujar Dismarahmayanti.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal anak-anak. Harapannya apa yang mereka dapatkan di sini bisa diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar bahwa sampah tidak selalu identik dengan sesuatu yang harus dibuang. Dengan pemilahan dan pengolahan yang tepat, sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan kembali.

Pendekatan seperti ini membuat pembelajaran lingkungan menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi melihat, memegang, memilah, dan berkarya secara langsung.

Trainer sekaligus kader lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Yuyun, menilai edukasi lingkungan sejak usia dini sangat penting untuk membangun kebiasaan.

“Anak-anak jangan hanya diberi tahu bahwa sampah itu kotor. Mereka perlu dikenalkan bahwa ada sampah yang bisa dipilah, dimanfaatkan dan memiliki nilai. Ketika mereka belajar langsung, mudah-mudahan kebiasaan itu terbawa sampai di rumah,” ujar Yuyun.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak di KES dapat menjadi kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita mulai dari hal kecil. Setelah minum, botolnya jangan langsung dibuang. Pilah dan tempatkan pada wadah yang benar. Kebiasaan kecil kalau dilakukan terus-menerus akan menjadi karakter,” tambahnya.
Bagi Kampung Edukasi Sampah, kedatangan siswa untuk belajar lingkungan merupakan bagian dari upaya menjadikan kampung sebagai ruang belajar masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran tentang pengelolaan sampah dari sumbernya.

banner 300x250

Berita Terkait