banner 728x90

Surabaya – Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur pada 16 April 2026 di Dyandra Convention Center menjadi momentum apresiasi bagi tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai bidang.

Dalam ajang tersebut, Edi Priyanto menerima PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Pegiat Lingkungan, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan konsistensinya dalam menggerakkan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat.

Acara yang bertepatan dengan HUT ke-80 PWI Jatim ini turut dihadiri Emil Elestianto Dardak, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Ketua Umum PWI Akhmad Munir, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur.

PWI Jawa Timur menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi nyata dalam berbagai bidang, sekaligus upaya mendorong profesionalisme insan pers dan mengapresiasi mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam kesempatan tersebut menyoroti tantangan insan pers di era digital. Ia menekankan tiga hal penting, yakni menjaga kualitas dan akurasi berita, meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi melalui penguatan SDM, serta berpegang teguh pada kode etik untuk menjaga marwah pers.

Senada, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa peran pers tetap krusial sebagai penyedia informasi kredibel di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

“Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Di tengah rangkaian penghargaan kepada berbagai tokoh nasional dan daerah mulai dari bidang politik, pelayanan publik, hingga transformasi digital penghargaan kepada pegiat lingkungan menjadi salah satu sorotan penting.

Edi Priyanto dinilai tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga mampu mewujudkan perubahan nyata melalui pengembangan Kampung Edukasi Sampah sebagai pusat pembelajaran lingkungan berbasis masyarakat. Pendekatan edukatif dan partisipatif yang dibangun menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, pelajar, hingga berbagai institusi.

Selain itu, kontribusi juga diperkuat melalui karya literasi, di antaranya buku “Lokal Hero, RT dan RW Sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat" serta “Transformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan”, yang menjadi referensi praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Setiap tahunnya, lebih dari 3.000 masyarakat mendapatkan edukasi langsung terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan.

Menanggapi penghargaan tersebut, Edi Priyanto menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi.

“Penghargaan ini milik bersama. Apa yang kami lakukan adalah gerakan kolektif, dari warga untuk warga. Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa edukasi menjadi kunci keberlanjutan perubahan.

“Ketika masyarakat paham, mereka akan bergerak. Dan ketika sudah menjadi kebiasaan, perubahan itu akan bertahan,” tambahnya.

Selain penghargaan kepada tokoh, PWI Jawa Timur juga memberikan Piala Prapanca kepada insan pers untuk kategori karya jurnalistik tulis dan foto, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas karya jurnalistik.

Momentum HPN 2026 ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga penegasan bahwa kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong perubahan yang berdampak luas, termasuk dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

banner 300x250

Berita Terkait