banner 728x90

Sidoarjo, Suasana Kampung Edukasi Sampah (KES) Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, tampak semarak pada Kamis (16/7). Sebanyak 100 siswa dan 6 guru dari SD Islam Nurul Hikam Banjarbendo, Sidoarjo mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class) yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang menjadi bagian dari implementasi pendidikan karakter sekaligus penguatan wawasan lingkungan hidup bagi para peserta didik. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pembelajaran lingkungan yang diajukan pihak sekolah kepada instansi terkait sebagai upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa.

Melalui kunjungan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga belajar secara nyata mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemeliharaan lingkungan, serta pelestarian alam. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dipilih agar anak-anak dapat memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan kebiasaan yang harus dibangun sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selama berada di Kampung Edukasi Sampah, para siswa diajak mengelilingi kawasan edukasi untuk mengenal berbagai inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mereka mempelajari cara memilah sampah organik, anorganik, residu, dan B3, mengenal proses pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan metode Takakura dan komposter aerob, memahami konsep bank sampah sebagai bagian dari ekonomi sirkular, serta melihat secara langsung bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Selain memperoleh materi edukasi, para siswa juga diajak berdiskusi, bertanya, dan mempraktikkan beberapa kegiatan sederhana sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami. Melalui metode tersebut, diharapkan ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kader Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Retno Mulyo, mengatakan bahwa pendidikan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang memiliki karakter peduli terhadap bumi.

"Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika mereka melihat sendiri bagaimana sampah dipilah, diolah menjadi kompos, atau memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah, mereka akan lebih mudah memahami bahwa sampah bukan sekadar barang yang harus dibuang, tetapi merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan jika dikelola dengan benar. Pengalaman seperti ini akan lebih membekas dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan di dalam kelas."
Menurut Retno, setiap kunjungan ke Kampung Edukasi Sampah bukan sekadar kegiatan belajar di luar kelas, melainkan proses membangun kesadaran dan karakter generasi muda agar memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Kami berharap setelah pulang dari sini, anak-anak menjadi duta lingkungan di rumah maupun di sekolah. Perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mengajak keluarga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Jika satu anak mampu mengubah satu keluarga, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan lingkungan kita."
Ia juga mengapresiasi langkah SD Islam Nurul Hikam yang menjadikan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

"Kami sangat mengapresiasi sekolah yang tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan di dalam kelas, tetapi juga mengajak siswa belajar langsung dari praktik terbaik di masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap alam. Semoga semakin banyak sekolah yang mengadopsi pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini sehingga lahir generasi yang mampu menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan."
Sementara itu, Kepala SD Islam Nurul Hikam, M. Sugeng, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.

"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada siswa. Pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila anak-anak dapat melihat, merasakan, dan mempraktikkannya secara langsung. Melalui kunjungan ini kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap individu. Nilai-nilai tersebut kami harapkan menjadi kebiasaan positif yang diterapkan di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat."
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas seperti ini juga menjadi media yang efektif dalam menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang menjadi prioritas sekolah.

Kegiatan kunjungan edukasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat mampu menghadirkan proses belajar yang lebih hidup, inspiratif, dan berdampak nyata. Kampung Edukasi Sampah tidak hanya menjadi tempat belajar mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi laboratorium sosial yang mengajarkan pentingnya perubahan perilaku, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong dalam mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru, tetapi juga membawa semangat untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sebab, membangun budaya peduli lingkungan tidak dimulai dari langkah yang besar, melainkan dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini. Dengan demikian, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat bersama-sama melahirkan generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi demi masa depan Indonesia yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


 


 
 
 

banner 300x250

Berita Terkait